About Us

Saya Tarsudi bersama Team di CentralPulsa.Network adalah bagian dari bisnis Pulsa VnetClub yang berkerja sama dalam membangun komunitas bisnis pulsa paling trendy saat ini. Sebuah bisnis sederhana dengan Visi jauh kedepan, untuk kemajuan bersama

 

Info Popular

Subscribe to our RSS Feed

Silahkan untuk sharing pendapat anda disini

Saya menerima dengan senang hati atas saran dan pendapat untuk membangun komunitas bisnis yang saling menguntungkan.

Motivasi Sukses

02
Sep

Gaya Bisnis Warren Buffet (Bag - 3)

Melanjutkan tulisan sebelumnya Warren Buffett bagian 1 dan 2. Tulisan ini merupakan bagian akhir mengenai Gaya Bisnis Warren Buffett. Tulisan berikut berfokus pada nilai-nilai yang dapat diambil teladan bagi kita dari Warren Buffett.

Perusahaan Buffett Partnership Ltd mengubah perusahaannya menjadi Berkshire Hathaway Inc, yang ia gunakan hingga sekarang. Awalnya perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan tekstil yang sahamnya dibeli oleh Warren Buffett pada tahun 1962. Namun, saat ini perusahaan tersebut merupakan perusahaan induk Warren Buffett. Tiga tahun setelah membeli saham Berkshire Hathaway Inc, Buffett menjadi pemegang saham terbesar. Dengan langkah yang cerdik, ia memutar capital perusahaan yang menganggur dalam bentuk investasi, diantaranya membeli perusahaan asuransi, perusahaan permata, dan makanan melalui Berkshire Hathaway. Melalui kendali Buffett, perusahaan yang dibelinya mengalami perkembangan yang luar biasa. Selama kurang lebih 34 tahun para pemegang saham memperoleh tingkat pengembalian sebesar 24,7% per tahun.

Langkah lain yang diambil oleh Warren Buffett adalah membeli beberapa saham perusahaan yang terkenal, diantaranya Coca Cola, Anheuser Busch, Well Fargo, dan Kraft Food. Langkah bisnis terbarunya adalah ia mengakuisisi sebuah perusahaan manufaktur dan jasa, Momon Holdings dengan nilai sebesar US$ 4,5 milliar pada Desember 2007.

Apa saja rahasia sukses Warren Buffett? Berikut beberapa poin penting tentang rahasia sukses dan gaya bisnis Warren Buffett :

1. Bersabar

Berpikirlah 10 tahun ke depan (jangka panjang) bukan untuk 1 jam, 1 hari, 1 bulan, atau 1 tahun.

2. Beli bisnis bukan Beli saham

Gaya Buffett adalah membeli bisnis bukan membeli saham. Setelah membeli saham sebuah perusahaan, Buffett tidak akan menjualnya meskipun harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan. Ia selalu percaya pada langkahnya. Misalnya saham Coca Cola yang ia beli sempat mengalami penurunan pada tahun 1998-1999, ia tetap mempertahankan hingga saat ini.

3. Berbisnis pada bidang yang ia mengerti dan ia kuasai

Buffett hanya memilih bisnis pada bidang yang ia mengerti dan ia kuasai. Inilah yang menjadi dasar ia tidak terjun pada euforia bisnis berbasis teknologi internet pada tahun 2000-an. Ia lebih memilih pada perusahaan yang sederhana dan mudah dimengerti serta berteknologi rendah.

4. Membeli perusahaan yang memiliki potensi berkembang (prospek bagus)

Buffett melihat dari nilai perusahaan, tidak pada nilai sahamnya. Ia memilih perusahaan yang memiliki ROE bagus.

5. Investasi pada perusahaan dengan manjemen yang jujur dan kompeten

Buffett selalu mempertimbangkan hal ini. Ia selalu mengamati melalui laporan keuangan sebuah perusahaan.

6. Menciptakan Nilai tambah (Added Value)

Buffett selalu melakukan nilai tambah pada perusahaan yang ia beli. Perusahaan yang ia beli ia poles secara cemerlang, sehingga meningkatkan nilai perusahaan tersebut.

7. Banyak Membaca

Buffett banyak menggunakan waktu luangnya untuk membaca. Dia banyak membaca mengenai berbagai metode investasi, mempelajari bagaimana suatu bisnis berjalan, dan mempelajari keuangan perusahaan.

8. Berpikir mandiri dan tenang

Warren Buffett selalu mempelajari sendiri perusahaannya dan ia yakin terhadap keputusannya. Dalam pengambilan keputusan, ia selalu berusaha untuk tenang dan tidak tergesa-gesa.

9. Percaya Diri dan Konsisten

Ia selalu percaya diri dalam mengambil langkah bisnisnya dan konsisten terhadap keputusannya, tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.

10. Memiliki Mentor

Buffett muda telah memilih panutannya sejak muda, yaitu Benjamin Graham. Dengan memiliki mentor, langkah lebih terarah dalam mencapai tujuan.

11. Hidup Sederhana

Buffett memiliki pola hidup yang sederhana. Meskipun menjadi orang yang terkaya (2008, Forbes) namun ia tetap tinggal di rumah yang ia beli 30 tahun yang lalu.

Itulah beberapa prinsip, gaya bisnis, dan rahasia sukses Warren Buffett dalam berbisnis.

Source: http://hajirbaringin.wordpress.com/2008/07/28/gaya-bisnis-warren-buffett3/

02
Sep

Gaya Bisnis Warrent Buffet (Bag 2)

Bagaimana kabar Anda hari ini? Semoga makin luar biasa hebat. Tulisan ini menyambung tulisan sebelumnya, yaitu gaya bisnis Warren Buffet bagian1.

Perjalanan Buffett selanjutnya adalah pada usia 15 tahun, ia mampu menunjukkan bakatnya kembali sebagai calon pebisnis sukses, ia bersama temannya membeli sebuah mesin pinball seharga US $ 25 yang ia letakkan di sebuah salon potong rambut. Dalam hitungan beberapa bulan kemudian, ia telah memiliki 3 mesin pinball yang berada di lokasi berbeda.

Setelah tamat SMU, pria yang dikenal memiliki prinsip hidup sederhana ini pernah menempuh studi di Harvard Business School, namun setelah mengetahui Benjamin Graham dan David Dodd, yang keduanya dikenal sebagai ahli dalam analisa sekuritas mengajar di Columbia Business School, ia akhirnya memutuskan untuk pindah.

Keputusannya untuk pindah tersebut ternyata banyak membawa pengaruh pada kehidupan Buffett selanjutnya. Buffett muda sangat mengidolakan Ben Graham, ia menganggap Ben Graham mahaguru dalam bidang yang ia sukai. Ia kemudian banyak belajar dari prinsip dan filosofi Ben Graham, seseorang yang juga ia anggap sebagai mentor bisnisnya. Bahkan Buffett pernah menyebut dirinya sebagai “85% Benjamin Graham dan 15% Fisher“.

Pelajaran dari pengalaman Buffet ini adalah MILIKILAH MENTOR. Apaun bidang yang kita pilih, kita hendaknya memiliki mentor/guru yang mumpuni di bidangnya. Ini merupakan salah satu jalan menuju kesuksesan.

Buffett muda memang dikenal berbakat dalam bisnis. Suatu ketika, saat usianya 21 tahun, dengan TEKAD YANG KUAT ia pergi ke sebuah perusahaan GEICO, perusahaan auto insurance Amerika dan ingin menemui Ben Graham, yang baru ia ketahui bahwa Ben Graham adalah salah satu direksi perusahaan tersebut. Setelah mengetuk pintu cukup lama, ia hanya berhasil menemui Vice President, Lorimer Davidson. Setelah berbincang-bincang selama kurang lebih 4 jam mengenai bisnis insuransi, kemudian Lorimer Davidson menyebut Buffett sebagai “extra ordinary man“.

Setelah memperoleh gelar master daru Columbia Business School pada tahun 1951, Buffett ingin bekerja di Wall Street. Namun, tidak diijinkan oleh ayahnya dan Ben Graham setelah berkonsultasi. Buffett akhirnya menawarkan diri untuk bekerja pada Ben Graham tanpa gaji, namun Ben Graham menolak. Akhirnya sambil mengambil kursus di Dale Carnegie, dengan PERCAYA DIRI ia mengajar di kelas malam University of Nebraska untuk kuliah “Insvestmen Principle“, dimana rata-rata mahasiswanya berumur 2 kali lipat umur Buffett pada saat itu.

Sambil mengajar, langkah awal Buffett merintis karir adalah bekerja sebagai salesman perusahaan investasi, Buffett-Falk & Co, di Omaha. Tiga tahun kemudian, pada tahun 1954, Buffett yang saat itu telah menikah dan memiliki seorang anak, ia diajak Ben Graham untuk bekerja sama dengan gaji awal US$ 12.000 per tahun di Graham-Newman Corp New York sebagai analisis sekuritas.

Buffett hanya 2 tahun bekerja di perusahaan milik Ben Graham, karena Ben Graham memutuskan untuk pensiun. Akhirnya, pada tahun 1956, Buffett kembali ke Omaha dan mendirikan perusahaan Buffett Partnership Ltd. Dengan bermodalkan US$ 100, ia mengelola dana milik orang-orang kaya Nebraska di Omaha. Perusahaan Buffett tersebut sukses, begitu juga dengan Buffett yang menjadi millionare pada tahun 1962. Namun, akhirnya perusahaan tersebut dijual dan dibubarkan pada tahun 1969. Namun demikian, para investor merasa puas karena rata-rata mengantongi keuntungan sebesar 30.4% per tahun.

Bagaimana prinsip warren buffet dalam berbisnis akan dibahas selanjutnya.

Source : http://hajirbaringin.wordpress.com/2008/07/26/gaya-bisnis-warren-buffett-bagian-2

02
Sep

Gaya Bisnis Warrent Buffet (Bag - 1)

Mau tahu rahasia sukses dan gaya bisnis Warren Buffett? Orang terkaya di dunia versi majalah Forbes edisi Februari 2008. Coba simak langkah dan gaya bisnis Warren Buffet membangun kejayaannya.

Warren Buffett adalah seorang investor, bisnisman, dan dermawan. Ia dinobatkan sebagai orang terkaya pada usia 77 tahun, dengan total kekayaan sebesar US$ 62 milliar (564 trilliun rupiah), menggeser dominasi Bill Gates yang menempati posisi daftar orang terkaya selama 13 tahun.

Pria kelahiran 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska tersebut dikenal juga dengan sebutan Oracle from Omaha, karena ketajaman pikirannya dalam berbisnis diumpamakan seperti Albert Einstein, Picasso, dan Croesus dalam satu tubuh. Sungguh luar biasa. Coba Anda bayangkan, dalam waktu sekitar 29 tahun, ia mampu mengubah modalnya dari US$ 100 menjadi US$ 57,4 milliar pada tahun 1999.

Perjalanan Karir Warren Buffet

Kemampuan bisnis Warren Buffet telah terasah sejak kecil. Pada saat ia berusia 6 tahun, ia membeli 6 Coca Cola dari toko kakeknya seharga 20 sen, dan kemudian dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman tersebut dengan harga nikel dan mendapatkan untung sebesar 5 sen.

Pada pengalamannya yang lain, saat usianya 11 tahun, ia telah memulai investasi sahamnya, berupa 3 unit saham Cities Services Preferred. Pada usia tersebut, ia telah mendapat sebuah pelajaran yang sangat berharga, yaitu BERSABAR. Setelah beberapa waktu membeli saham Cities Services Preferred, ternyata harga saham tersebut turun, dan setelah beberapa waktu bersabar ternyata harga saham tersebut naik, dan ia pun menjualnya dan mendapatkan keuntungan.

Masih pada usia 11 tahun, Waaren kecil telah mampu mengambil pelajaran hidup dari pengalamannya, yaitu MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH. Kisahnya begini, anak dari 3 bersaudara ini selain menjadi loper koran, di waktu senggangnya ia mengelilingi lapangan golf untuk mencari bola golf yang hilang, lalu ia menjual bola yang ia temukan tersebut kepada pemain lain dengan harga yang murah.

Pada usia 14 tahun, ia telah mampu membeli sebuah lahan pertanian seluas 40 ha dari hasil tabungannya menjadi loper koran, kemudian ia sewakan tanah tersebut kepada petani lokal. Pelajaran yang dapat diambil adalah ia telah MEMBANGUN ASSET untuk meraih passive income.

Source : http://hajirbaringin.wordpress.com/2008/07/24/gaya-bisnis-warren-buffet/

02
Sep

Rahasia Orang-Orang Terkaya di Dunia

Mau tahu rahasia sukses dan gaya bisnis Warren Buffett? Orang terkaya di dunia versi majalah Forbes edisi Februari 2008. Coba simak langkah dan gaya bisnis Warren Buffet membangun kejayaannya.

Warren Buffett adalah seorang investor, bisnisman, dan dermawan. Ia dinobatkan sebagai orang terkaya pada usia 77 tahun, dengan total kekayaan sebesar US$ 62 milliar (564 trilliun rupiah), menggeser dominasi Bill Gates yang menempati posisi daftar orang terkaya selama 13 tahun.

Pria kelahiran 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska tersebut dikenal juga dengan sebutan Oracle from Omaha, karena ketajaman pikirannya dalam berbisnis diumpamakan seperti Albert Einstein, Picasso, dan Croesus dalam satu tubuh. Sungguh luar biasa. Coba Anda bayangkan, dalam waktu sekitar 29 tahun, ia mampu mengubah modalnya dari US$ 100 menjadi US$ 57,4 milliar pada tahun 1999.

Perjalanan Karir Warren Buffet

Kemampuan bisnis Warren Buffet telah terasah sejak kecil. Pada saat ia berusia 6 tahun, ia membeli 6 Coca Cola dari toko kakeknya seharga 20 sen, dan kemudian dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman tersebut dengan harga nikel dan mendapatkan untung sebesar 5 sen.

Pada pengalamannya yang lain, saat usianya 11 tahun, ia telah memulai investasi sahamnya, berupa 3 unit saham Cities Services Preferred. Pada usia tersebut, ia telah mendapat sebuah pelajaran yang sangat berharga, yaitu BERSABAR. Setelah beberapa waktu membeli saham Cities Services Preferred, ternyata harga saham tersebut turun, dan setelah beberapa waktu bersabar ternyata harga saham tersebut naik, dan ia pun menjualnya dan mendapatkan keuntungan.

Masih pada usia 11 tahun, Waaren kecil telah mampu mengambil pelajaran hidup dari pengalamannya, yaitu MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH. Kisahnya begini, anak dari 3 bersaudara ini selain menjadi loper koran, di waktu senggangnya ia mengelilingi lapangan golf untuk mencari bola golf yang hilang, lalu ia menjual bola yang ia temukan tersebut kepada pemain lain dengan harga yang murah.

Pada usia 14 tahun, ia telah mampu membeli sebuah lahan pertanian seluas 40 ha dari hasil tabungannya menjadi loper koran, kemudian ia sewakan tanah tersebut kepada petani lokal. Pelajaran yang dapat diambil adalah ia telah MEMBANGUN ASSET untuk meraih passive income.

Apa saja rahasia sukses Warren Buffett? Berikut beberapa poin penting tentang rahasia sukses dan gaya bisnis Warren Buffett :

1. Bersabar

Berpikirlah 10 tahun ke depan (jangka panjang) bukan untuk 1 jam, 1 hari, 1 bulan, atau 1 tahun.

2. Beli bisnis bukan Beli saham

Gaya Buffett adalah membeli bisnis bukan membeli saham. Setelah membeli saham sebuah perusahaan, Buffett tidak akan menjualnya meskipun harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan. Ia selalu percaya pada langkahnya. Misalnya saham Coca Cola yang ia beli sempat mengalami penurunan pada tahun 1998-1999, ia tetap mempertahankan hingga saat ini.

3. Berbisnis pada bidang yang ia mengerti dan ia kuasai

Buffett hanya memilih bisnis pada bidang yang ia mengerti dan ia kuasai. Inilah yang menjadi dasar ia tidak terjun pada euforia bisnis berbasis teknologi internet pada tahun 2000-an. Ia lebih memilih pada perusahaan yang sederhana dan mudah dimengerti serta berteknologi rendah.

4. Membeli perusahaan yang memiliki potensi berkembang (prospek bagus)

Buffett melihat dari nilai perusahaan, tidak pada nilai sahamnya. Ia memilih perusahaan yang memiliki ROE bagus.

5. Investasi pada perusahaan dengan manjemen yang jujur dan kompeten

Buffett selalu mempertimbangkan hal ini. Ia selalu mengamati melalui laporan keuangan sebuah perusahaan.

6. Menciptakan Nilai tambah (Added Value)

Buffett selalu melakukan nilai tambah pada perusahaan yang ia beli. Perusahaan yang ia beli ia poles secara cemerlang, sehingga meningkatkan nilai perusahaan tersebut.

Read the rest of this entry »

29
Aug

Lawan Sejati adalah Diri Anda Sendiri

Rekan Bisnis …

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas diri orang lain. Namun kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.

Ia bertanding dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri-sendiri.

===========================================

Menyambut Puasa Ramadhan 1429 H

Mari sucikan hati, bulatkan tekad dalam menjalani bulan pembersihan diri.
Sebuah bulan tempat kita berlatih untuk berperang melawan DIRI SENDIRI.
Apakah kita Akan keluar sebagai PEMENANG …
Atau hanya sebagai PECUNDANG ….

LAWAN TERBESAR dalam hidup adalah DIRI ANDA SENDIRI !

Salam Sukses Selalu

28
Jul

Mempertaruhkan hidup

Di depan para muridnya, seorang guru menceritakan pengalaman bertemu dengan seorang veteran prajurit mantan penerbang perang dunia II. Pada suatu hari, prajurit tersebut harus menerbangkan ratusan pekerja rodi dari Cina untuk menggarap proyek jalan lintas hutan di Myanmar.

Jarak tempuh penerbangan tersebut cukup jauh dan lama. Untuk menghilangkan kebosanan sekaligus memanfaatkan waktu luang, para pekerja itu bermain judi dengan kartu. Awalnya mereka bertaruh dengan uang dan harta yang melekat dibadannya. Nah, semakin lama lantaran tidak ada lagi yang dipertaruhkan, mereka bertaruh dengan hidupnya. Yang kalah, harus terjun keluar pesawat tanpa menggunakan parasut. Bayangkan !

“Alangkah mengerikan dan kejamnya mereka !”, teriak seorang murid dengan cerita tersebut. “Memang benar, “ jawab Guru, “Tetapi dengan begitu permainan menjadi semakin asyik !”.
Kemudian ia melanjutkan bicara, “Engkau baru bisa mensyukuri hidup bila pernah mempertaruhkannya !”.

Kata Bijak Hari ini
Urusan kita dalam kehidupan ini bukanlah untuk mendahului
orang lain, tetapi untuk melampaui diri kita sendiri, untuk memecahkan
rekor kita sendiri, dan untuk melampaui hari kemarin dengan hari ini.

(Stuart B. Johnson)

28
Jul

Hidup adalah Pilihan

Dear Rekans

Sebuah kisah yang menarik ingin saya ceritakan kepada Anda hari ini …

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam ditanah ini dan menjulangkan tunas-tunasku diatas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan hangatnya matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”.

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang

Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu apa akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap ? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang ? Tunasku ini pasti terkoyak. “

Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya ? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semua aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi dan mencaploknya segera.

Renungan :

Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup kita. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.

Jangan segan untuk mengulurkan tangan Anda. Tetapi jangan Anda enggan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada anda. (Pope John XXIII)

Semoga Anda terinspirasi dengan kisah ini

28
Jul

Sahabat

Saudara,

Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana ? Atau anda telah melupakannya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan. Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apa pun sendiri. Memang pohon yang menjulang tinggi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikiankah hidup yang ingin anda jalani ? Bukan. Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari hidup anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. Berbagi kesedihan pada sahabat, mengurangi kesedihan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.

Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali itulah mengapa bersahabat meringankan beban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan. Disana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, matipun sendiri.

Kata Bijak Hari ini

Manusia yang paling lemah ialah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mendapatkan banyak teman tetapi menyia-nyiakannya. (Ali bin Abu Thalib)

28
Jul

Hukum Menabur Dan Menuai

Rekan semua,

Hari ini saya ingin berbagi kisah, tentang dua orang yang pernah menjadi pengubah wajah dunia.

Pada suatu hari seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan, tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur yang mengambang, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok. Pemuda yang pertama tadi sekuat tenaga memberikan pertolongan, dengan susah payah pemuda yang terperosok tadi dapat diselamatkan. Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang kerumahnya.

Ternyata rumah si pemuda yang kedua sangat bagus, besar, megah dan mewah. Ayah si pemuda ini sangat berterima kasih atas pertolongan yang diberikan si pemuda kepada anaknya, dan hendak memberikan uang, pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut. Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang dalam kesusahan. Sejak kejadian itu mereka menjalin persahabatan.

Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya. Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah. Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan itu. Ia memberi beasiswa sampai akhirnya meraih gelar dokter.

Tahukah saudara nama pemuda miskin yang dokter ini ?

Namanya ALEXANDER FLEMING, yang di kemudian hari menemukan Penisilin. Si Pemuda bangsawan masuk dinas militer dan dalam tugasnya ke medan perang, ia terluka parah sehingga mengalami demam yang sangat tinggi karena infeksi. Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu. Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dr. Fleming dan mereka menyuntik dengan penisilin yang merupakan obat penemuan baru. Apa yang terjadi ? Berangsur-angsur demam akibat infeksi itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh !!

Tahukah saudara siapa nama pemuda itu ? Namanya adalah WINSTON CHURCHIL, Perdana Menteri Inggris yang termayur itu. Dalam kisah ini kita dapat melihat hukum menabur dan menuai. Fleming menabur kebaikan dan ia menuai kebaikan pula. Cita-citanya terkabul, ia menjadi dokter. Fleming menemukan penisilin yang akhirnya menolong jiwa Churchil. Tidak sia-sia bukan beasiswa yang diberikan ayah Churchil ?

Tidakkah Anda terinspirasi dengan kisah ini ?

28
Jul

Anda Mau Hadiah ?

Dear Rekan Bisnis,

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi Anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus Anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak Anda gunakan selama sehari. Coba tebak, apa yang akan Anda lakukan ? Tentu saja, menghabiskan semua pinjaman itu.

Setiap hari kita memiliki bank semacam itu, yang bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberi Anda 86.400 detik. Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang Anda tidak gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada Anda. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk Anda. Setiap malamnya ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika Anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa Anda. Anda tidak bisa menariknya kembali. Juga, Anda tidak bisa meminta “uang muka”, untuk keesokan harinya. Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan Anda.

Jam berdetak. Gunakanlah waktu Anda sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.
Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat.
Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru terhidar dari kecelakaan.
Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.

Renungan

Hargailah setiap waktu yang Anda miliki.
Dan ingatlah waktu
tidaklah menunggu siapa-siapa.
Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu,
musuhnya yang paling besar adalah prasangka,
dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati
(Caleb Charles Colton)