Mau tahu rahasia sukses dan gaya bisnis Warren Buffett? Orang terkaya di dunia versi majalah Forbes edisi Februari 2008. Coba simak langkah dan gaya bisnis Warren Buffet membangun kejayaannya.

Warren Buffett adalah seorang investor, bisnisman, dan dermawan. Ia dinobatkan sebagai orang terkaya pada usia 77 tahun, dengan total kekayaan sebesar US$ 62 milliar (564 trilliun rupiah), menggeser dominasi Bill Gates yang menempati posisi daftar orang terkaya selama 13 tahun.

Pria kelahiran 30 Agustus 1930 di Omaha, Nebraska tersebut dikenal juga dengan sebutan Oracle from Omaha, karena ketajaman pikirannya dalam berbisnis diumpamakan seperti Albert Einstein, Picasso, dan Croesus dalam satu tubuh. Sungguh luar biasa. Coba Anda bayangkan, dalam waktu sekitar 29 tahun, ia mampu mengubah modalnya dari US$ 100 menjadi US$ 57,4 milliar pada tahun 1999.

Perjalanan Karir Warren Buffet

Kemampuan bisnis Warren Buffet telah terasah sejak kecil. Pada saat ia berusia 6 tahun, ia membeli 6 Coca Cola dari toko kakeknya seharga 20 sen, dan kemudian dia menjual kembali kaleng-kaleng bekas minuman tersebut dengan harga nikel dan mendapatkan untung sebesar 5 sen.

Pada pengalamannya yang lain, saat usianya 11 tahun, ia telah memulai investasi sahamnya, berupa 3 unit saham Cities Services Preferred. Pada usia tersebut, ia telah mendapat sebuah pelajaran yang sangat berharga, yaitu BERSABAR. Setelah beberapa waktu membeli saham Cities Services Preferred, ternyata harga saham tersebut turun, dan setelah beberapa waktu bersabar ternyata harga saham tersebut naik, dan ia pun menjualnya dan mendapatkan keuntungan.

Masih pada usia 11 tahun, Waaren kecil telah mampu mengambil pelajaran hidup dari pengalamannya, yaitu MENCIPTAKAN NILAI TAMBAH. Kisahnya begini, anak dari 3 bersaudara ini selain menjadi loper koran, di waktu senggangnya ia mengelilingi lapangan golf untuk mencari bola golf yang hilang, lalu ia menjual bola yang ia temukan tersebut kepada pemain lain dengan harga yang murah.

Pada usia 14 tahun, ia telah mampu membeli sebuah lahan pertanian seluas 40 ha dari hasil tabungannya menjadi loper koran, kemudian ia sewakan tanah tersebut kepada petani lokal. Pelajaran yang dapat diambil adalah ia telah MEMBANGUN ASSET untuk meraih passive income.

Source : http://hajirbaringin.wordpress.com/2008/07/24/gaya-bisnis-warren-buffet/