Melanjutkan tulisan sebelumnya Warren Buffett bagian 1 dan 2. Tulisan ini merupakan bagian akhir mengenai Gaya Bisnis Warren Buffett. Tulisan berikut berfokus pada nilai-nilai yang dapat diambil teladan bagi kita dari Warren Buffett.

Perusahaan Buffett Partnership Ltd mengubah perusahaannya menjadi Berkshire Hathaway Inc, yang ia gunakan hingga sekarang. Awalnya perusahaan tersebut merupakan sebuah perusahaan tekstil yang sahamnya dibeli oleh Warren Buffett pada tahun 1962. Namun, saat ini perusahaan tersebut merupakan perusahaan induk Warren Buffett. Tiga tahun setelah membeli saham Berkshire Hathaway Inc, Buffett menjadi pemegang saham terbesar. Dengan langkah yang cerdik, ia memutar capital perusahaan yang menganggur dalam bentuk investasi, diantaranya membeli perusahaan asuransi, perusahaan permata, dan makanan melalui Berkshire Hathaway. Melalui kendali Buffett, perusahaan yang dibelinya mengalami perkembangan yang luar biasa. Selama kurang lebih 34 tahun para pemegang saham memperoleh tingkat pengembalian sebesar 24,7% per tahun.

Langkah lain yang diambil oleh Warren Buffett adalah membeli beberapa saham perusahaan yang terkenal, diantaranya Coca Cola, Anheuser Busch, Well Fargo, dan Kraft Food. Langkah bisnis terbarunya adalah ia mengakuisisi sebuah perusahaan manufaktur dan jasa, Momon Holdings dengan nilai sebesar US$ 4,5 milliar pada Desember 2007.

Apa saja rahasia sukses Warren Buffett? Berikut beberapa poin penting tentang rahasia sukses dan gaya bisnis Warren Buffett :

1. Bersabar

Berpikirlah 10 tahun ke depan (jangka panjang) bukan untuk 1 jam, 1 hari, 1 bulan, atau 1 tahun.

2. Beli bisnis bukan Beli saham

Gaya Buffett adalah membeli bisnis bukan membeli saham. Setelah membeli saham sebuah perusahaan, Buffett tidak akan menjualnya meskipun harga saham perusahaan tersebut mengalami penurunan. Ia selalu percaya pada langkahnya. Misalnya saham Coca Cola yang ia beli sempat mengalami penurunan pada tahun 1998-1999, ia tetap mempertahankan hingga saat ini.

3. Berbisnis pada bidang yang ia mengerti dan ia kuasai

Buffett hanya memilih bisnis pada bidang yang ia mengerti dan ia kuasai. Inilah yang menjadi dasar ia tidak terjun pada euforia bisnis berbasis teknologi internet pada tahun 2000-an. Ia lebih memilih pada perusahaan yang sederhana dan mudah dimengerti serta berteknologi rendah.

4. Membeli perusahaan yang memiliki potensi berkembang (prospek bagus)

Buffett melihat dari nilai perusahaan, tidak pada nilai sahamnya. Ia memilih perusahaan yang memiliki ROE bagus.

5. Investasi pada perusahaan dengan manjemen yang jujur dan kompeten

Buffett selalu mempertimbangkan hal ini. Ia selalu mengamati melalui laporan keuangan sebuah perusahaan.

6. Menciptakan Nilai tambah (Added Value)

Buffett selalu melakukan nilai tambah pada perusahaan yang ia beli. Perusahaan yang ia beli ia poles secara cemerlang, sehingga meningkatkan nilai perusahaan tersebut.

7. Banyak Membaca

Buffett banyak menggunakan waktu luangnya untuk membaca. Dia banyak membaca mengenai berbagai metode investasi, mempelajari bagaimana suatu bisnis berjalan, dan mempelajari keuangan perusahaan.

8. Berpikir mandiri dan tenang

Warren Buffett selalu mempelajari sendiri perusahaannya dan ia yakin terhadap keputusannya. Dalam pengambilan keputusan, ia selalu berusaha untuk tenang dan tidak tergesa-gesa.

9. Percaya Diri dan Konsisten

Ia selalu percaya diri dalam mengambil langkah bisnisnya dan konsisten terhadap keputusannya, tidak mudah dipengaruhi oleh orang lain.

10. Memiliki Mentor

Buffett muda telah memilih panutannya sejak muda, yaitu Benjamin Graham. Dengan memiliki mentor, langkah lebih terarah dalam mencapai tujuan.

11. Hidup Sederhana

Buffett memiliki pola hidup yang sederhana. Meskipun menjadi orang yang terkaya (2008, Forbes) namun ia tetap tinggal di rumah yang ia beli 30 tahun yang lalu.

Itulah beberapa prinsip, gaya bisnis, dan rahasia sukses Warren Buffett dalam berbisnis.

Source: http://hajirbaringin.wordpress.com/2008/07/28/gaya-bisnis-warren-buffett3/